Teruntuk Ayahanda
Presiden di Istana Khalifah.
Aku hanya seorang ibu dari Kalimantan Timur, lebih tepatnya Samarinda. Ku awali surat ini dengan cinta dan penuh rasa hormat untukmu, ayahandaku. Dengan penuh perasaan riuh rendah yang mengalir, bergemuruh lalu menggulung-gulung dalam benak. Perasaan was-was dan kasih sayang yang begitu besar kepada bangsaku, pada keluargaku, pada orang-orang dan tanah yang sudah begitu dekat dalam hari-hari, lalu tahun-tahun yang kulalui dalam kehidupanku. Aku ingin sampaikan setitik harapan dari dasar samudra cinta seorang ibu.
Aku hanya seorang ibu dari Kalimantan Timur, lebih tepatnya Samarinda. Ku awali surat ini dengan cinta dan penuh rasa hormat untukmu, ayahandaku. Dengan penuh perasaan riuh rendah yang mengalir, bergemuruh lalu menggulung-gulung dalam benak. Perasaan was-was dan kasih sayang yang begitu besar kepada bangsaku, pada keluargaku, pada orang-orang dan tanah yang sudah begitu dekat dalam hari-hari, lalu tahun-tahun yang kulalui dalam kehidupanku. Aku ingin sampaikan setitik harapan dari dasar samudra cinta seorang ibu.


